Dalam Kandungan

February 18th, 2008

Kebetulan malam ini sedang tidak banyak kerjaan, jadi sempat membuka - buka file - file sejarah masa lalu. Karena lagi kangen anak, jadi pas nemu foto anak langsung deh kepikiran untuk menulis :). Ini fotonya saat 5 bulan dalam kandungan. Upps, bukan foto si, tepatnya merupakan hasil krop dari video hasil USG 4D.
USG 4 Dimensi ini merupakan teknologi baru, di indonesia sejak kapan ya masuk :)…pokoknya kata dokter kandungan istriku,ini teknologi baru (waspadalah, karena teknologi baru, biasanya lumayan jg looo $$$$$).

    4 Dimensi ialah :
  • waktu
  • panjang
  • lebar
  • tinggi
  • Dengan dimensi waktu ini, memungkinkan untuk merekam gerakan bayi dalam kandungan. Deteksi kelamin juga memungkinkan lo. Berdasarkan pengalaman pribadi, untuk menentukan jenis kelamin ini tergantung dari kerjasama si bayi sendiri, jika saat di USG si bayi kalem, dengan mudah dokter kandungan dapat mengetahui jenis kelaminnya. Tapi jika pas polah akan sulit mengetahuinya, ya begitulah, keberuntungan belum tentu di tangan anda.

    Bagas, ini fotomu dulu waktu umur 5 bulan dalam kandungan mama :)…Besok kalo sudah besar jangan pangling ya

    5 bulan dalam kandungan

    Subhanallah, dalam perut manusia ada kehidupan mahluk, calon manusia…. Ciptaan Allah itu memang tiada duanya….

    Biru…… apik..

    February 17th, 2008

    Sejauh mata memandang, yang saya lihat waktu itu hanya lah air. Kesempatan yang waktu itu lumayan sering untuk berkunjung ke anjungan lepas pantai. First impression tentang itu, menantang :)….

    Sembari menunggu jemputan pulang, saya sempatkan untuk foto - foto bersama sohib kental…

    Berikut ini jepretannya
    panasan

    i miss this place…kelak akan berkunjung lagi ke sana di perairan yg berbeda tentunya :)

    Home …… Rumah….Bagas…

    February 16th, 2008

    Rumah oh rumah…Berbulan - bulan lamanya tidak menginjakkan kaki di rumah, perasaan bertanya - tanya kenapa kok bisa selama ini. Ada apa gerangan yg menyebabkan semua menjadi lama. Sebenarnya lama atau cepat itu relatif but…hard to say, ketika kita lemah godaan, goncangan dalam hati itu kembali muncul.Keadaan keluarga, anak & istri sering didapat dengan sms, email, web cam. Tapi apa daya, berjumpa, melihat langsung itu merupakan sesuatu yang tidak ternilai…Betapa beruntungnya orang - orang yg bisa selalu dekat dgn keluarga…betapa beruntungnya saya mendapat semua nikmat yg juga tiada tertara…Alhamdulillah

    Ada perasaan yang berbeda ketika kita melihat langsung, merasakan kedekatan, emosi tercurahkan langsung. Ya Rabbi, entah sampai kapan ini terjadi padaku. Teringat akan ayat al-Qur’an, petikan dari surat al-Mu’minuun ayat 62, Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…..” apakah saya termasuk orang yang sanggup..terkadang jika keimanan sdg kuat, kita merasa kuat, tetapi jika sedang sangat drop, hati itu rasanya hancur, entah…….saat ini hanya rasa bersyukur yg saya bisa panjatkan sambil berusaha untuk menuntaskan semua perjalanan ini, perjumpaan, pertemuan ini pada dasarnya hanya sementara, sebagai manusia yang arief, sepatutnya saya menyikapi ini dengan dewasa…As new husband, perasaan ingin berjumpa dengan anak, selalu ada, perasaan ini selalu membayangi…
    Bagas.......................

    Maafkan papa Nak, insya Allah akan segera pulang, baik - baik dgn mama di rumah ya…

    Mudah2an semua yang aku lakukan di sini memberi manfaat bagi keluarga dan membuatku semakin tegar menjalani hidup… amiiiiiiin.
    Mudah2an keluarga sehat - sehat…..
    Kelak kita semua akan berkumpul….

    Ya Rabb, berikanlah hambamu kekuatan melalui semua ini…..Amiiin

    Kembar yg Tinggi

    February 15th, 2008

    Jadi ceritanya begini.. pada suatu ketika dapet kesempatan mengunjungi negri jiran, pertama dateng langsung terkesan dgn KLIA, bagus sekali ni airport dan besar, ada kereta juga yang menghubungkan main entrance bandara dgn dermaga pesawat. Setelah turun dari ni airport, melihat - lihat kiri kanan, luih temoto jebule timpangane ngomah :).

    Beberapa hari di sana menghabiskan waktu, akhirnya sempat juga untuk melangkahkan kaki untuk menjawab rasa penasaran selama ini, koyo opo sih rupane kui menara kembar nang KeEl…

    Wuih jebule duwur tenan, hmmm… kagum…sejenak berpikir sambil mengamati kiri - kanan..dalam hati kecil aku berandai - andai
    duwur

    mbok menowo Rarajonggrang masih hidup, di zaman sekarang ini dia pasti akan meminta dibuatkan menara 1000 kembar, bukan candi sewu lagi :)…..

    Ruar biasa memang ini bangunan duwur, sayang sekali tidak mendapat kesempatan untuk naik ke atas, karena males antri yang kebetulan sore itu sudah panjang sekali..maklum pas week end dan saat itu sedang liburan sekolah jua..jadi banyak wisman dan warga sekitar yg juga pengen menikmati gedung pencakar langit ini.
    Bisa dibilang gedung tinggi/tower menjadi icon dari suatu negara, beberapa negara berlomba - lomba untuk membuat gedung yang tinggi. For me, ini bagus dan kompetisi yang menarik, akan tetapi ada beberapa hal juga yang menjadi pertanyaan saya.Limit tinggi gedung yang bisa dibangun menungso ki pirang meter yow? Apa unlimited, gemana dgn ketahanan gedung yg semakin tinggi. Saya yakin ada batasannya, mengingat kemampuan manusia yg terbatas :).Misalnya saja gedung yg memiliki 1000 lantai, berapa banyak lift yang akan dipakai, dan berapa lama lift ini akan naik turun dari atas ke bawah. Menurut saya, tentu saja ini nantinya ada batasan, berapa tinggi maksimal dari gedung yang bisa dibuat dgn mengindahkan sisi kenyaman. Untuk pakar - pakar yg expert seputar bangunan, pasti ada komputasi tertentu untuk menghitung hal - hal ini. Seperti lift…buat teman - teman yang sipil/arsitek barang kali bisa menjadi kan hal ini sebagai judul skripsi/thesis…hehehehehehhe…i’m just wondering

    nek lante ne ono 1000, tapi lift e mung 50 padahal sak lante ana 200 orang…apa nanti le antri ora ksuen koyo antri sembako?tp kalo liftnya diperbanyak, la nanti gedung itu isine mung lift wae :)….di mana toilet, restoran, perkantoran, mall, tempat parkir etc…kok soyo njelimet yaaaah…..solusi?komputasi :)..formula opo yaah????.

    wes lah ksuen mikir malah marai njerimet….mikir liane ndisik :)….

    Naik Onta

    February 12th, 2008

    Penasaran tentang onta….Onta itu kaya apa sih?

    unta tungganganunta tunggangan

    Ini terjadi pada ku….Sebelum akhirnya ada kesempatan menunggang onta langsung :). Dulu dipikiran ku onta itu seukuran sapi. Ya ternyata ga beda jauh, hanya saja lebih tinggi. Hewan ini lucu, kalo diliat facenya selalu tersenyum. He he. ini mungkin hanya imajinasi kartun ku saja. Berkaca dari sejarah jaman nabi dulu,onta ini termasuk sarana transportasi utama. Zaman sudah berkembang jadi maju rupanya juga menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi, sekarang unta dijadikan sarana wisata :), alat untuk cari uang, sudah tidak dipake untuk transportasi lagi. Yang masih bertahan ialah, hewan ini tetep menjadi pilihan untuk qurban di hari raya idul adha untuk masyarakat arab pada umumnya.

    Kembali lagi ke masalah onta tunggangan…Hmm, bukan main, lintas dessert yg panas dan jarang ditemui tanaman. Ga kebayang deh, kuat bener ni hewan. Kalo teringat lagu naik - naik ke puncak gunung dulu, naik - naik ke puncak gunung, tinggi - tinggi sekali, kiri kanan kulihat pohon cemara …Nah di sini, kiri kanan ya mung pasir tok .

    Berawal dari sebuah desert tour besama teman - teman, ada juga deh kesempatan naek onta. Sebelum naik onta, saya sarankan anda cek dulu berat badan anda :)….Mbok menowo ontanya ga kuat menahan beban anda…hehehehhe just kidding.

    Ada temen ane dari rusia yg seneng banget naek onta..

    Katanyaa kalo bisa dia pengen piara

    …We alah aneh tenan wong iki, but itulah pendapat yg langsung keluar setelah nunggang onta.

    We pas mau naik itu onta nya duduk dulu, trus mulai deh naik. Pas unta itu berdiri, hati - hati kalo tidak berpegangan ke punuk unta, bisa jatuh looooh.. Begitu juga saat mau turun. Pas unta jalan, rasanya seneng.. tapi tetep aja was - was, takut kalo ontanya marah. Maklum ini perjalanan singkat dan pawangnya tidak mengawal, hanya melihat dari jauh. Untuk mengarahkan unta yg satu ini ga perlu, dia sudah hafal track yg akan dilalui :). Dia akan jalan memutar dan kembali lagi ke titik awal,

    practice make perfect, berlaku juga untuk unta :)

    Ga berapa lama sampe juga ke titik naik, si unta mengajakku berjalan memutar, lumayan kira - kira berjalan 500 m, hampir 15 menit.
    Mudah - mudahan besok - besok ada kesempatan ngajak keluarga naik onta…Amiiiin